HASIL TEST UJI COBA I-CHARGE UNTUK MOBIL PANTHER TAHUN 2002

Berikut ini adalah hasil uji Test i-charge yang dilakukan pada mobil Panther tahun 2002

mobil-panther, jual penghemat bbm hemat bahan bakar bensin zeromaxi-charge, jual penghemat bbm hemat bahan bakar bensin jakartaREVIEW I-CHARGE

Kendaraan : ISUZU PANTHER 2.5L – 2002

Klaim 1 : STABILISATOR VOLTASE

Review : ada benarnya, pada saat dipasang alat ini voltase sedikit sekali terjadi lonjakan voltase, meski masih perlu dibuktikan namun pada saat mesin mati. Kondisi aki di test tertera 12,3Volt. Sementara pada idle 800-1000 RPM kondisi aki menjadi 13-13.5V yang artinya pengisian normal, aki juga dalam keadaan baik ( info : aki baru diganti pada Maret 2006 ) pada RPM diatas 1200, voltase aki meningkat menjadi 14-14,5V hingga mentok di angka 14.6V. sekedar catatan alat ini masih terpasang pada lighter. Pada saat akselerasi voltase juga secara umum naik dan berhenti stabil pada kisaran 14,6-14,7V.

Score : 6.5

Klaim2 : MENGURANGI GANGGUAN RADIASI ELEKTRONIK

Review : Kondisi ini bisa terjadi jika Kabel di kendaraan sudah termakan usia, banyak bekas sambungan kabel yang tidak terpakai, kabel menyentuh bodi (grounded). Gangguan radiasi juga tetap terjadi pada saat menggunakan HP. Kalau dikatakan mengurangi, kita perlu mengetes dengan alat yang kompeten Biasanya juga bisa terjadi karena pemasangan alat elektronik yang tidak tepat dan salah pemasangan sound system hingga juga muncul distorsi.

Score : 6.0

Klaim 3 : SISTEM PEMBAKARAN LEBIH BAIK

Review : Jika menggunakan mobil yang FULL ELECTRONIC INJECTION SYSTEM hal ini mungkin saja terjadi, karena Mobil Injeksi membutuhkan supply listrik yang stabil dan mumpuni. Kekuatan pembakaran mereka ditentukan juga oleh kuat tidaknya pengapian dan supply listrik oleh AKI mobil. Sistem pembakaran juga dipengaruhi oleh campuran antara BBM – UDARA yang bisa didapat secara ideal dari mixture 1:14 Bensin:Udara. Kondisi ini juga dipengaruhi kondisi FILTER UDARA pada mobil.

Media pengetesan adalah Mobil SOLAR, yang tidak memiliki Combustion Room ataupun system IGNITION, mereka menggunakan PRESSURE atau COMPRESSION yang prosesnya lebih mengandalkan campuran Udara dan Tekanan. Hal yang berbeda MUNGKIN terjadi pada DIESEL COMMONRAIL yang menggunakan system Elektronis, meski bukan untuk proses kompresi.

Score : 0.0

Klaim 4 : LAMPU DEPAN LEBIH TERANG / SISTEM AUDIO BEKERJA LEBIH BAIK

Review : Karena listrik lebih stabil, secara logika alat ini akan membuat lampu depan lebih terang dan system audio lebih baik tanpa distorsi meski juga bisa dipengaruhi oleh kondisi kabel dan instalasi audio.

Score : 0.0

Klaim 5 : MENGHEMAT BAHAN BAKAR

Review : Supply listrik baik – Koil menghasilkan voltase tinggi yang stabil – Busi mendapat supply listrik yang baik otomatis api pembakaran menjadi besar, karena api besar tidak ada BBM yang tidak terbakar dan terbuang percuma. Logikanya : BBM efisien, Bebas mesin ngelitik, tidak perlu injak pedal gas dalam-dalam untuk mendapat tenaga ideal. Baik Injeksi maupun karburator bisa dipakai, namun sekali lagi perlu dilakukan UJI KONSUMSI BBM menggunakan tabung terpisah dan dynotest.

Karena Media test menggunakan DIESEL, maka tidak bisa di test karena tidak memiliki system pengapian.

Score : 7.0

Klaim 6 : MENGURANGI GETARAN AC

Review : Getaran AC umumnya diakibatkan banyak hal, kondisi evaporator, kipas, kompresor juga berpengaruh, bearing kompresor yang aus akan membuat vibrasi berlebihan, kipas kotor akan membuat kerja menjadi lebih berat. Dalam hal ini, menggunakan I-Charge kemungkinan hanya akan membuat supply listrik ke Kompresor lebih baik dan stabil, mengingat kompresor AC termasuk konsumen terbesar listrik mobil selain MOTOR STARTER.

Klaim 7 : MENAIKKAN TORSI DAN MENINGKATKAN TENAGA MESIN

Review : Karena DIESEL menggunakan Kompresi, hal ini lebih dipengaruhi oleh kondisi mesin yang kompresinya masih baik. Hingga alat ini tidak terlalu berpengaruh. Sementara untuk Bensin, MUNGKIN terjadi disebabkan oleh Claim nomor 5 diatas.

Score : 0.00

Klaim 8 : EMISI LEBIH BERSIH

Review : untuk Mobil Injeksi elektronik, hal ini sangat mungkin, karena mereka memiliki AFR RATIO yang diatur computer, yang membutuhkan listrrik yang stabil. Untuk mobil karburator, tergantung kondisi karburator itu sendiri, untuk mesin DIESEL, dipengaruhi oleh kondisi FILTER-FILTER.

Emisi ini tergantung pada setelan mesin, dimana terdiri dari BUSI – FILTER UDARA – KOIL – AFR Control dll.Alat ini sepertinya tidak mempengaruhi emisi.

Score : 4.5

Klaim 9 : MENGHALUSKAN PERPINDAHAN TRANSMISI

Review : Jika anda menggunakan ZIP DRIVE , TIPTRONIC, ELECTRONIC SHIFTER dll hal ini mungkin terjadi, Mobil OTOMATIK yang menggunakan electronic juga berpengaruh, karena lagi-lagi supply listrik stabil dan relative besar. Pengetesan dan Testimonial pada brosur lebih banyak menyesatkan, karena yang diuji hanya mobil-mobil terbaru dan Fully Electronic System. Perlu dicoba juga dengan mobil konvensional. TRANSMISI MANUAL lebih banyak dipengaruhi kondisi PELAT KOPLING – DEKRUP yang BUKAN merupaka peralatan yang menggunakan electronic.

Leave a Reply